Rabu, 27 Juni 2012

Depresi Cinta (Analisis Kasus)



Untuk memenuhi tugas mata kuliah psikologi sosial   v




Depresi Cinta


Cinta, perasaan yang luar biasa yang tak hanya membuat manusaia seakan terbang membumbung tinggi di angkasa, tapi juga perasaan yang membuat sayap patah hingga jatuh mengenaskan. Tak heran bila cinta selalu menjadi kebanggaan, dan tak jarang di anggap sebagai penyebab kehancuran. Walau pada hakikatnya, cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Bahkan, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
Namun, karena begitu besarnya kekuatan cinta, depresi yang disebabkan karena cinta memiliki akibat yang sangant kompleks, bahkan menyebabkan kematian. Seperti yang terjadi pada Miko Mitrayuda, seorang mahasiswa semester 6 Stikes Wira Husada, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Ia pertama kali ditemukan kekasihnya, Tisa Kartika saat mengunjungi kos korban yang berada di Jalan Bali, Dusun Widoro Baru, Caturtunggal, Depok pada hari Rabu (23/5/2012) sekitar pukul sembilan pagi.
Kapolsek Depok Timur Kompol Qori Okto Handoko, menjelaskan, berdasarkan ciri – ciri yang ada di tubuh pelaku. Kemungkinan besar korban meninggal akibat gantung diri. Diperkuat dengan adanya bukti – bukti indikasi bunuh diri. Namun, kepolisian juga menemukan satu botol cairan racun serangga yang diduga kuat diminum korban sebelum melakukan aksi nekatnya itu.
Berdasarkan keterangan saksi, pemicunya adalah masalah percintaan. Diketahui pula bahwa korban sempat cek cok dengan pacarnya,” ungkapnya.
Terkait kejadian itu, Psikiater dr Ida Rochmawati, menyebutkan bahwa ada kecenderungan seseorang berbuat nekat lantaran permasalahan cinta yang sering membuatnya menjadi sulit berfikir rasional. Oleh karena itu, disitulah pentingnya orang ketiga, baik itu teman maupun orang tua, sehingga anak tetap berada di jalur yang benar. "Makanya tidak heran jika ada ungkapan love is blind,"
Kutipan di atas, menggambarkan betapa rumitnya pemasalahan cinta. Cinta bahkan tidak mengizinkan untuk beralasan. Jika seseorang tidak lagi mampu menghilangkan perasaan depresi yang ditanggungnya, maka dia cenderung untuk berbuat nekat.
 
Analisis Kasus
Jika dilihat dari kejadian di atas, tersirat bahwa jenis cinta yang dimiliki oleh Miko adalah cinta romantik yang sering kali menghasilkan cinta buta dengan rela melakukan apapun demi cinta.depresi yang diakibatkan karena pertengkaran pasangan tersebut pada akhirnya berbuah penyesalan. Saat in banyak sekali depresi yang diasumsikan sebagai kegalauan.
Dan permasalahan percintaan adalah atribusi yang mengkibatkan miko melakukan bunuhdiri. Seseorang yang bunuhdiri berkeyakinan bahwa dengan berakhir hidupnya, maka berahir pula penderitaka dan segala bentuk permasalahan yang dihadapinya.dan bunuhdiri merupakan salahsatu bentuk katarsis(penyaluran bentuk agresi yang dilakukan secara langsung atau tidak) demi mengurangi bahaya yang mungkin ditimbulkan pada orang lain. Akantetapi pada akhirnya dia malah menyakiti dirinya sendiri.
Dan dari kisah tersebut, bisa disimpulkan bahwa tidak selamanya cinta membawa kebahagiaan, tapi ada kalanya manusia bisa menangis tersedu-sedu karena cinta. Tergantung bagaimana seseorang menyikapi kedatangan cinta. Akan lebih baik bila cinta tidak membutakan mata dan mengendalikan nurani kita.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar