Rabu, 27 Juni 2012

C I N T A (Review Materi Psikologi Sosial)







Definisi Cinta
  • Rubin: sikap terhadap orang lain, suatu himpunan pikiran khusus ttg orang yang dicintai
  • Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
  • Cinta adalah satu perkataan yang mengandungi makna perasaan yang rumit. Bisa dialami semua makhluk. Penggunaan perkataan cinta juga dipengaruhi perkembangan semasa. Perkataan sentiasa berubah arti menurut tanggapan, pemahaman dan penggunaan di dalam keadaan, kedudukan dan generasi masyarakatarakat yang berbeda. Sifat cinta dalam pengertian abad ke 21 mungkin berbeda daripada abad-abad yang lalu. Ungkapan cinta mungkin digunakan untukuk meluapkan perasaan seperti berikut:
  • Proses Terjadinya Cinta Dari Segi Ilmiah
menurut domeena renshaw dari universitas loyola, "ketika jatuh cinta, aliran darah ke pusat otak akan meningkat." peningkatan aliran darah tersebut terjadi di bagian otak yang juga bertanggung jawab saat orang mengalami kecanduan obat.
menurut peneliti dari universitas rutgers di new jersey, helen fisher, terdapat tiga fase dalam tubuh yang dapat menciptakan ketertarikan terhadap seseorang. 'lust' adalah fase pertama di mana terdapat gairah seksual yang dimunculkan oleh hormon testosteron dan estrogen ketika melihat penampilan seseorang. Pria tidak memiliki hormon esterogen, sedangkan wanita memiliki hormon esterogen dan testosteron dalam jumlah kecil.
kedua, fase 'attraction' di mana kita akan merasa tergila-gila oleh pasangan sehingga tidak dapat memikirkan hal lain. Pada fase ini, darah akan mengalir ke pusat otak dan mengatur rasa bahagia ketika kita merasakan hal yang luar biasa dari pasangan. Kelompok saraf penghantar seperti dopamine, adarienalin, norepinepherine, serotonin, yang biasa disebut monoamines juga memainkan peran penting.
dopamine bertanggung jawab menciptakan perasaan bahagia dan bahkan sering membuat kita terlihat lebih cantik saat jatuh cinta. Dopamine juga mengakibatkan jantung berdetak tiga kali lebih cepat, mengalirkan darah lebih banyak ke daerah pipi dan orangan seksual . Pengalihan aliran darah ini mengakibatkan perut terasa kosong sehingga seringkali saat kita jatuh cinta, kita merasakan kupu-kupu dalam perut kita.
adarienalin dan norepinephrine bertanggung jawab dalam menciptakan debar-debar pada jantung, kegelisahan, dan kesenangan tiada tara saat merasakan cinta. Serotonin adalah zat yang membuat otak bekerja tidak jauh beda dari kerja otak orang dengan gangguan jiwa.
oksitoksin dilepaskan oleh kelenjar hypothalamus saat kelahiran dan juga membantu produksi asi yang membuat adanya ikatan antara ibu dan anak. Namun dalam hal ini, hormon oksitoksin juga dilepaskan ketika dua orang dewasa mengalami orangasme saat berhubunganungan intim. Jadi, semakin sering pasangan melakukan hubunganungan intim maka akan semakin kuat ikatan yang terjalin. Vasopressin adalah hormon pengendali ikatan jangka panjang pada mamalia.
hal ini menjelaskan bahwa cinta tidak hanya sekadar panah asmara yang menusuk hati kita, namun lebih karena peran otak, darah, hormon-hormon, dan zat kimia lain pada tubuh



  • Jenis Cinta:
Companionate love (cinta persahabatan) yaitu, cinta yang berawal dari persahabatan dan intensitas bertemu yang tinggi, sehingga timbul rasa saling memahami antar satu sama lain, yang menyebabkan rasa saling berempati pada kedua belah pihak.
Passionate/ Romantic love (cinta yang membara) adalah perasaan yang timbul saat pertama kali bertemu, karena telah memiliki ikatan batin yang kuat antara kedua belah pihak.
Karakteristik cinta:
  • Kelekatan scr fisik dan emosional: timbul perasaan inging selalu dekat, dan merasa rindu saat lama tidak berjumpa. Bahkan membuat kita mudah untukuk menemukannya di tengah kerumunan orang.
  • Perhatian (caring): Selalu memtimbul keinginan untukuk memperhatikan segala tingkah laku dan hal-hal yang disukainya, maupun yang tidak
  • Hubunganungan yang intim (intimacy): Timbul kedekatan dan intensitas bertemu semakin besar.
Skala cinta menurut Rubin:
    • Kelekatan (attachment)
kasih sayang, perasaan mbutuhkan & mdesak
    • Keinginan untuk mberi perhatian pada seseorang
Hasrat untuk mengutamakan kesejahteraan seseorang dan peka terhadap kebutuhan2nya
    • Rasa percaya dan pengungkapan diri :
Komponen utama cinta:
  • Memberi perhatian (caring)
  • Perasaan membutuhkan (needing)
  • Rasa percaya (trust)
  • Toleransi terhadap kesalahan partnernya
Ciri khas cinta menurut Davis (1985)
  • Kelompok birahi (passion): perasaan ttarik/ tapiesona, keinginan seksual & eksklusif
  • Kelompok caring: memberi perhatian
Robert Sternberg (87): Triangular theory of love ( 3 komponen utama cinta):
  • Intimacy hubunganungan seksuil, perzinahan, kekariban, kerukunan, keintiman
  • Passion kegemaran, nafsu, keinginan besar
  • Commitment

  • Menurut Lee terdapat 6 bentuk/ gaya cinta:
1. cinta romantik :Sering juga disebut cinta pada pandangan pertama, cinta ini memiliki ketulusan untukuk memberikan cinta dan datang tanpa tahu alasan yang ada di balik cinta.
2. cinta memiliki : cinta yang memilki ketergantungan yang amat sangat pada orang yang dia cintai, bisa disebut juga dengan “cinta mati”,. Memiliki obsesi yang tinggi pada pasangannya sehingga pasangan cenderung posesif dan mudah depresi yang diakibatkan oleh permasalahan yang ada pada hubunganungannya.
3. cinta kawan baik :Adalah cinta yang berawaldari persahabatan dan intensitas bertemu yang tinggi, sehingga timbul rasa saling memahami dan timbul empati antar kedua belah pihak. Hingga menimbulkan rasa cinta.

4. cinta pragmatic : Adalah rasa cinta yang muncul karena motiv belas kasihan, bukan murni karena cinta itu sendiri.
5. cinta altruistic : Adalah rasa cinta yang muncul karena motiv belas kasihan, bukan murni karena cinta itu sendiri. Sehingga bila orang yang dicintai tidaklagi pantas untukuk dikasihani, maka hilang pula rasa cinta yang ada.
6. cinta main2 : Pemain cinta yang biasa disebut dengan “play boy”dan”play girl” yang melandasi suatu hubunganungan hanya karena ingin mendapatkan kepuasan sementara dari hubungan tersebut. Tak jarang, cinta hanya dilandasi dengan rasa penasaran, bila target telah tercapai, maka biasanya hubungan akan segera berahir.
  • Gaya cinta berkembang menjadi berbagai macam bentuk menurut teori gaya kelekatan (Attachment style) tergantung perkembangan masa anak2.
  • Haze & Shaver: bayi mengadopsi gaya kelekatan yang ditunjukan pada orang tua mereka y/ secure (rasa aman), Avoidant (menghindar), anxiousuatu ambivalent (tidak jelasuatu tidak tentu)
  • Faktor lain yang mempengaruhi gaya cinta: sosialisasi peran seksual, pengalaman pada hubungan sebelumnya.
Faktor-Faktor yang Berkaitan Dengan Cinta
1. Ganjaran (reward)
  • Rasa suka dapat meningkat menjadi rasa cinta, tergantung ganjaran yang diterima.
2. Berbagaiedaan Gender
  • stereotipe dalam masyarakat: wanita lebih romantis dari pria. Hasil riset: kebalikannya
  • Wanita lebih sering memutuskan hubungan dari pada pria. Akibat: pria lebih mengalami depresi, kesepian & tidak bahagia setelah hubtngan berakhir.
  • Ada berbagai gaya percintaan pria & wanita: pria cenderung bgaya percintaan romantic, main2/ egoistik, sedangkan wanita cenderung pada gaya cinta psahabatan, obsessive/ insecure / pragmatik
Mengahiri hubunganungan
Hubungan antar pribadi yang dimulai dari komunikasi antar pribadi dapat meningkat (semakin erat) sampai pada hubunganungan sahabat, pacar & perkawinan. Tapi pada tahap manapun hubungan dapat terganggu, bahkan sampai putus
konflik dalam hubungan tidak dapat dielakan
konflik semakin mudah timbul bila interdependenci makin meningkat
bila interaksi semakin intens & mlibatkan berbagai hal, peluang munculnya ketidaksesuaian makin besar.
Kategori konflik:
  • Perilaku spesifik
Konflik dapat terjadi karena perilaku spesifik pasangan, atau bila salah satu pihak tidak berhasil mberi ganjaran yang diharakan. Berhubungan dengan usaha2 mkoordinasikan perilaku spesifik

  • Norma & peran
Konflik yang bsumber dari hak2 & kewajiban2 pihak yang terlibat. Terjadi tawar menawar aturan & peran

  • Disposisi pribadi
Konflik timbul dari perilaku2 yang khas pasangan. Konflik terjadi bila seseorang memandang dirinya sendiri sbg yang terbaik & terbijak.

  • Konflik dapat mpererat hubungan/ mbuat hubungan menjadi hancur, tergantung cara penyelesaiannya.
Dua dimensi reaksi:
reaksi/ respon yang konstruktif-destruktif
  • Konstruktif: Berniat untuk mepertahankan hubungan
  • Destruktif: memutuskan/ mengakhiri hubungan
reaksi yang aktif-pasif.
Masing2 reaksi dapat bersifat positif / negative
Aktif:
  • reaksi exit : bersifat negatif
  • reaksi voice: bersifat positif
Pasif:
  • Reaksi loyality : bersifat positif
  • Reaksi neglect: bersifat negative



  • Rosbult & Zembrodt: terdapat variabel2 yang dapat memprediksi derajat komitmen suatu hubungan & mpengaruhi reaksi ketika tidak puas terhadap suatu hubungan:
- Ada berbagai tipe respon berdasarkan gender: pria aktif, wanita: pasif
- Tk pendidikan menentukan reaksi seseorang
- Untuk pasangan yang sdh menikah
- Kesepian: perasaan yang timbul bila harapan untuk terlibat dalam hubungan yang akrab dengan seseorang tidak tercapai.



1 komentar: